Kamis, 30 Oktober 2014

AKU BENCI VALENTINE!!!


waktu itu hari valentine tahn 2008 yg kebetulan saat itu jatuhnya tgl 14 februari 2008, sama persis spt skrg yang jatuhnya juga 14 Februari. Kok Bisa ya?
temanku bertanya,"hadiah apa yg akan kau berikan buat pacarmu di hari valenttine?"
aku kaget,"emang harus ada hadiah ya buat pacar di hari valentine?"
"ya iya lah! hari valentine itu hari kasih sayang,tau! harii spesial untuk orang yang kamu sayangii." temanku agak berang.
"kalau aku kasih buku tulis aja, gimana?" aku agak ragu.
"astaga! kau kira ini acara ulang tahun? yg istimewa dong hadiahnya!" tmnku tambah berang. kayaknya dia mmg hobi berang.
"kalau ulang tahun bukannya hadiahnya indomie dan sabun Giv?" aku benar2 bingung dan aku yakin temanku akan berang lagi.
"Modal dikit napa sih!" tuh kan beneran, dia berang lagi. hobi kok berang ya? hobi yg aneh...
"cewek itu harus dikasih hadiah yg istimewa di hari valentine. minimal boneka!"
"tapi aku duit dari mana?"
"ya usaha, dong! inikan demi org yg kamu cintai."
"ya udah deh, besok aku anterin cari boneka ya?"
esoknya kamipun pergi ke Titi Kuning untuk beli boneka. mahal kali harganya...tapi setelah kutawar, dapatlah harganya Rp. 65 ribu. tadinya aku mau beli yg kecil aja tp kata temanku yg suka berang itu nanti dikira aku dapat dari Time Zone.
Pacarku senang sekali menerima boneka itu. boneka itu dipeluk2nya terus. aku bangga kali waktu itu.
saat aku pulang ke rumah, aku menjumpai ibuku yg sdg duduk di teras,"ibu nggak jadi ke dokter?"
"nggak, tadi ibu taruh duit di lemari dekat keranjang cabe...tapi hilang. mgkn tuyul yg ambil!"
aku merasa berdosa sekali. uang untuk berobat ibuku, aku ambil untuk beli boneka buat pacarku. padahal...cium pipi aja pun nggak! cuma ucapan terimakasih doang. yg lebih menyakitkan lagi, saat kami diundang pesta ultah temannya yg kaya raya, boneka pemberianku itu dibungkusnya lagi dan dibuat hadiah untuk temannya.
kamipun berpisah saat dia harus menikah dg seorang lelaki kaya yg tukang ngurus perpanjangan STNK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar